GRESIK – Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan Pengajian Dwiwulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan ‘Aisyiyah Manyar yang digelar di Masjid At-Taqwa, PPS Suci, Manyar, Gresik, Ahad (20/9/2026). Ratusan warga Muhammadiyah se-Cabang Manyar memadati lokasi kegiatan dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian jamaah adalah aksi Berbagi Sayur yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banjarsari PPS. Sebanyak 200 bungkus sayuran disiapkan untuk dibagikan secara gratis, khususnya kepada ibu-ibu jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejak pagi, suasana di sekitar lapak Berbagi Sayur tampak ramai. Ibu-ibu jamaah secara bergantian mendatangi lokasi pembagian untuk mengambil paket sayuran yang telah disiapkan. Berbagai sayuran dikemas dalam paket-paket sederhana sehingga mudah dibawa pulang dan dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat antusias dari jamaah. Bukan hanya karena sayuran dibagikan secara gratis, tetapi juga karena kegiatan ini membawa pesan sosial yang sederhana namun kuat, yakni membangun kebiasaan saling berbagi dan saling membantu di tengah masyarakat.
Ketua PRM Banjarsari PPS, Kyai Slamet, menjelaskan bahwa konsep Berbagi Sayur dibuat dengan semangat keterlibatan bersama. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan berbagi.
“Semua boleh menaruh dan semua boleh mengambil,” ujar Kyai Slamet.
Menurutnya, konsep tersebut menggambarkan bahwa kegiatan berbagi dapat dilakukan secara sederhana dan tidak harus menunggu seseorang memiliki sesuatu dalam jumlah besar. Apa yang dimiliki dapat disisihkan untuk membantu sesama, sementara mereka yang membutuhkan dapat mengambil sesuai kebutuhan.
Semangat tersebut menjadikan Berbagi Sayur bukan sekadar kegiatan pembagian bahan pangan gratis, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di lingkungan warga Muhammadiyah.
Dari Pengajian Menjadi Gerakan Kebermanfaatan
Pengajian Dwiwulanan PCM dan ‘Aisyiyah Manyar kali ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak dan Perjuangan Rasulullah dalam Menegakkan Agama Islam.” Tema tersebut tidak hanya disampaikan melalui materi pengajian, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada jamaah dan masyarakat.
Selain pengajian, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Berbagi Sayur Gratis, bazar, pemeriksaan kesehatan gratis, serta berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Kehadiran Berbagi Sayur menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Pesan tentang meneladani akhlak Rasulullah tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diterjemahkan dalam aksi nyata melalui kepedulian terhadap sesama.
Bagi PRM Banjarsari PPS, penyediaan 200 bungkus sayuran gratis merupakan bentuk sederhana dari upaya menghadirkan kebermanfaatan di tengah jamaah. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu yang hadir dalam pengajian, sehingga mereka dapat membawa pulang kebutuhan pangan sekaligus merasakan suasana kebersamaan dalam kegiatan Muhammadiyah.
Antusiasme Jamaah Perkuat Semangat Berbagi
Antusiasme warga terlihat sejak lapak Berbagi Sayur dibuka. Jamaah perempuan tampak berdatangan dan mengambil paket sayuran yang telah disiapkan. Para panitia dan relawan juga terlihat aktif membantu proses pembagian agar berlangsung tertib dan lancar.
Suasana tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan sederhana seperti berbagi sayuran mampu menciptakan interaksi sosial yang hangat. Jamaah tidak hanya hadir untuk mengikuti pengajian, tetapi juga berkesempatan berinteraksi, berbagi, dan saling memberikan manfaat.
Pesan “semua boleh menaruh dan semua boleh mengambil” menjadi ruh dari kegiatan tersebut. Prinsip ini memberikan gambaran bahwa gerakan berbagi dapat tumbuh ketika masyarakat diberi ruang untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Seseorang dapat berbagi dengan apa yang dimilikinya, sementara orang lain yang membutuhkan dapat mengambil manfaat dari apa yang telah tersedia. Dengan demikian, tercipta sebuah ekosistem sosial yang dibangun atas dasar kepedulian dan keikhlasan.
Menghidupkan Dakwah Melalui Aksi Nyata
Kegiatan Berbagi Sayur yang diinisiasi PRM Banjarsari PPS juga menunjukkan peran penting Pimpinan Ranting Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dakwah tidak hanya hadir melalui mimbar dan pengajian, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan sehari-hari. Sebanyak 200 bungkus sayuran yang dibagikan mungkin merupakan sesuatu yang sederhana, tetapi di dalamnya terdapat pesan tentang kepedulian dan kebermanfaatan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat bahwa gerakan Muhammadiyah dapat tumbuh dari masyarakat, bersama masyarakat, dan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat.
Melalui Berbagi Sayur, PRM Banjarsari PPS turut menghadirkan suasana pengajian yang tidak hanya sarat dengan nilai keagamaan, tetapi juga dipenuhi semangat kepedulian sosial.
Semangat berbagi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, sebagaimana pesan yang diusung dalam kegiatan ini, kebaikan dapat dimulai dari hal sederhana dan dilakukan bersama-sama.
Pada akhirnya, dari 200 bungkus sayuran yang dibagikan kepada ibu-ibu jamaah, tersampaikan pesan yang jauh lebih besar: bahwa keberagamaan tidak hanya tentang memahami dan menyampaikan kebaikan, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan itu agar dapat dirasakan oleh sesama.
